Wednesday, May 11, 2016

Pendakian Gunung Papandayan Garut

Pendakian Gunung Papandayan Garut

Tips Pendakian Gunung Papandayan Garut, Jawa Barat


Menempuh jalur pendakian Gunung Papandayan Garut - Taman Wisata Alam Gunung Papandayan merupakan salah satu dari tiga gunung favorit di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung Papandayan berada pada ketinggian 2.622 mdpl, jalurnya landai dan jarak tempuhnya tidak terlalu jauh dari tempat parkir kendaraan di Camp David, membuat gunung ini cocok didaki oleh pemula dan wisatawan bukan pendaki.

Camp David - Gunung Papandayan
Taman Wisata Alam Gunung Papandayan terkenal dengan spot-spot eksotis yang menawan seperti Kawah Papandayan, Hutan Mati, Tegal Alun, Tegal Panjang, Pondok Saladah, Gober Hut, dll.

Jalur Pendakian Gunung Papandayan

Terdapat dua jalur pendakian untuk sampai ke Gunung Papandayan yakni jalur Cisurupan dan jalur Pengalengan.



Transportasi Menuju Gunung Papandayan - Jalur Cisurupan

Saat berangkat dari Jakarta maupun Bandung juga sekitarnya, hal yang perlu diperhatikan adalah transportasi. Pendaki harus terlebih dahulu menuju Terminal Guntur Garut untuk melanjutkan perjalanan menuju kaki gunung.

Jika tiba dini hari di Terminal Guntur Garut, pilihan yang dapat digunakan adalah angkutan kota berjenis minibus menuju pertigaan Pasar Cisurupan. Setelah itu, transportasi yang digunakan adalah mobil pikap.

Angkutan kota maupun mobil pikap harus terlebih dahulu penuh sebelum pergi menuju titik-titik tersebut. Harga yang ditawarkan adalah Rp 20.000 per orang.

Jalur Cisurupan merupakan yang termudah dikarenakan treknya yang aman dan bersahabat bahkan bagi pendaki pemula sekali pun. Untuk mencapai basecamp, pengunjung harus sampai di gerbang pendakian terlebih dahulu lalu melanjutkan perjalanan menuju basecamp, bisa dengan menyewa ojek dengan tarif berkisar Rp 20.000-Rp 30.000. Sesampainya di basecamp, pengunjung harus melakukan registrasi. Setelah registrasi selesai, perjalanan pun dimulai.

Mendaki Gunung Papandayan - Explore Spot Wisata

Kawah Papandayan

Di trek awal, pendaki akan disuguhi jalanan bebatuan dengan trek yang cukup menanjak. Bagi yang belum terbiasa mungkin akan merasakan lututnya kesakitan. Di areal ini bau belerang terasa menyengat. Ada 14 kawah yang dimiliki Papandayan. Namun tidak semua kawah berasap putih, ada juga kawah yang mengeluarkan asap berwarna kekuningan.
Jalan Bebatuan Menuju Kawah Gunung Papandayan
Selanjutnya pengunjung akan memasuki hutan. Disini suasana terasa jauh lebih sejuk karena banyaknya pepohonan. Biasanya titik ini dijadikan sebagai tempat berfoto ria dengan background kawah.

Sesampainya di pintu Lawang Angin, pendaki akan menemukan tiga jalur. Jalur sebelah kiri menuju Camping Ground Pondok Saladah, jalur sebelah kanan menuju Tegal Alun, sementara jalur lurus menuju Pengalengan.

Pondok Saladah

Pondok Saladah - Gunung Papandayan
Perkemahan di Pondok Saladah - Gunung Papandayan
Pondok Saladah ini adalah tempat mendirikan tenda yang paling sering digunakan. Selain karena luasan-luasannya yang cocok untuk berkemah, di sini juga terdapat sumber air yang cukup melimpah. 


Pilihlah luasan yang cukup tertutup agar tidak langsung diterjang angin dingin di malam hari.

Sembari beristirahat, pendaki bisa menikmati panorama indah Edelweis yang begitu banyak yang berpadu dengan hutan. Cobalah mengarahkan pandangan anda menuju timur. Disana anda akan menemukan hutan mati yakni deretan pohon kering yang terkena erupsi. Suasana hutan mati berkabut dengan pepohonan yang menghitam dan tanah kapur berwarna putih. Meskipun terkesan mistis, pemandangan hutan mati tetap indah.

Dari Pondok Saladah anda bisa melanjutkan perjalanan ke Tegal Alun melalui hutan mati atau melalui jalan batu terjal berundak yang dapat dilihat dengan cukup jelas di bukit di depan Pondok Saladah. Kami anjurkan untuk mengikuti jalan via Hutan Mati karena jalurnya lebih jelas dan landai.
 
Hutan Mati

Tidak lama dari Pondok Saladah, anda bisa mencapai Hutan Mati. Hutan Mati ini terletak tepat di atas Kawah Papandayan yang telah dilalui. Spot seperti Hutan Mati ini tidak ada duanya. Jika anda ingin mencari sunrise, maka pergilah ke Hutan Mati ini di waktu fajar.
Catatan, tanah hutan mati di atas Kawah Papandayan ini sangat rawan longsor, sehingga sangat dilarang untuk melewati batas aman yang telah ditentukan.

Hutan Mati - Gunung Papandayan

Pemandangan Hutan Mati - Gunung Papandayan
Tegal Alun

Untuk menuju Tegal Alun, naiki terus Hutan Mati hingga menemui jalan setapak. Sekitar satu jam perjalanan dari Hutan Mati, anda akan tiba di lapangan Edelweiss yang luar biasa luas. Itulah Tegal Alun. Bisa dikatakan Tegal Alun merupakan rimbanya Edelweis dan merupakan padang Edelweis paling luas di Indonesia. Keindahan padang ini selalu dijadikan latar berfoto. Tapi ingat, Edelweis merupakan tanaman yang dilindungi. Oleh karena itu, pendaki dilarang memetik bunganya. Pendaki juga dilarang berkemah di padang ini karena bisa merusak ekosistem Edelweis. Padang Edelweis ini merupakan primadona Papandayan. Di atas puncak ini, pendaki bisa menyaksikan pesona keindahan matahari terbit dan terbenam.
Tegal Alun -Gunung Papandayan

Padang Edelweiss Terluas - Tegal Alun - Papandayan

Puncak Papandayan

Puncak Papandayan adalah puncak dinding tebing di samping Kawah Papandayan yang sudah dapat terlihat sejak anda memulai pendakian dari Camp David. Dari sini, anda dapat melihat dari kejauhan betapa luasnya Tegal Alun, Pondok Saladah di balik bukit, dan Kawah Papandayan tepat di bawah tebing.
Perlu dicatat, puncak ini bukan puncak tertinggi di kompleks pegunungan Papandayan. Puncak tertinggi adalah Puncak Gunung Malang yang masih tertutup vegetasi lebat. Namun demikian, Puncak Papandayan inilah yang selalu dijadikan puncak pendakian, bahkan oleh tour guide setempat.


No comments:

Post a Comment