Pendakian Gunung Papandayan Garut
Tips Pendakian Gunung
Papandayan Garut, Jawa Barat
Menempuh jalur pendakian Gunung Papandayan Garut - Taman Wisata Alam Gunung Papandayan merupakan salah satu dari tiga gunung favorit di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung Papandayan berada pada ketinggian 2.622 mdpl, jalurnya landai dan jarak tempuhnya tidak terlalu jauh dari tempat parkir kendaraan di Camp David, membuat gunung ini cocok didaki oleh pemula dan wisatawan bukan pendaki.
![]() |
| Camp David - Gunung Papandayan |
Taman Wisata Alam Gunung Papandayan terkenal dengan spot-spot eksotis yang menawan seperti Kawah Papandayan, Hutan Mati, Tegal Alun, Tegal Panjang, Pondok Saladah, Gober Hut, dll.
Saat berangkat dari Jakarta maupun Bandung juga sekitarnya, hal yang perlu diperhatikan adalah transportasi. Pendaki harus terlebih dahulu menuju Terminal Guntur Garut untuk melanjutkan perjalanan menuju kaki gunung.
Jika tiba dini hari di Terminal Guntur Garut, pilihan yang dapat digunakan adalah angkutan kota berjenis minibus menuju pertigaan Pasar Cisurupan. Setelah itu, transportasi yang digunakan adalah mobil pikap.
Angkutan kota maupun mobil pikap harus terlebih dahulu penuh sebelum pergi menuju titik-titik tersebut. Harga yang ditawarkan adalah Rp 20.000 per orang.
Mendaki Gunung Papandayan - Explore Spot Wisata
Kawah Papandayan
Selanjutnya pengunjung akan memasuki hutan. Disini suasana terasa jauh lebih sejuk karena banyaknya pepohonan. Biasanya titik ini dijadikan sebagai tempat berfoto ria dengan background kawah.
Pondok Saladah
![]() |
| Pondok Saladah - Gunung Papandayan |
![]() |
| Perkemahan di Pondok Saladah - Gunung Papandayan |
Pilihlah luasan yang cukup tertutup agar tidak langsung diterjang angin dingin di malam hari.
Dari Pondok Saladah anda bisa melanjutkan perjalanan ke Tegal Alun melalui hutan mati atau melalui jalan batu terjal berundak yang dapat dilihat dengan cukup jelas di bukit di depan Pondok Saladah. Kami anjurkan untuk mengikuti jalan via Hutan Mati karena jalurnya lebih jelas dan landai.
Hutan Mati
Tidak lama dari Pondok Saladah, anda bisa mencapai Hutan Mati. Hutan Mati ini terletak tepat di atas Kawah Papandayan yang telah dilalui. Spot seperti Hutan Mati ini tidak ada duanya. Jika anda ingin mencari sunrise, maka pergilah ke Hutan Mati ini di waktu fajar.
Catatan, tanah hutan mati di atas Kawah Papandayan ini sangat rawan longsor, sehingga sangat dilarang untuk melewati batas aman yang telah ditentukan.
![]() |
| Hutan Mati - Gunung Papandayan |
![]() |
| Pemandangan Hutan Mati - Gunung Papandayan |
Tegal Alun
Untuk menuju Tegal Alun, naiki terus Hutan Mati hingga menemui jalan setapak. Sekitar satu jam perjalanan dari Hutan Mati, anda akan tiba di lapangan Edelweiss yang luar biasa luas. Itulah Tegal Alun. Bisa dikatakan Tegal Alun merupakan rimbanya Edelweis dan merupakan padang Edelweis paling luas di Indonesia. Keindahan padang ini selalu dijadikan latar berfoto. Tapi ingat, Edelweis merupakan tanaman yang dilindungi. Oleh karena itu, pendaki dilarang memetik bunganya. Pendaki juga dilarang berkemah di padang ini karena bisa merusak ekosistem Edelweis. Padang Edelweis ini merupakan primadona Papandayan. Di atas puncak ini, pendaki bisa menyaksikan pesona keindahan matahari terbit dan terbenam.
![]() |
| Tegal Alun -Gunung Papandayan |
![]() |
| Padang Edelweiss Terluas - Tegal Alun - Papandayan |
Puncak Papandayan
Puncak Papandayan adalah puncak dinding tebing di samping Kawah Papandayan yang sudah dapat terlihat sejak anda memulai pendakian dari Camp David. Dari sini, anda dapat melihat dari kejauhan betapa luasnya Tegal Alun, Pondok Saladah di balik bukit, dan Kawah Papandayan tepat di bawah tebing.
Perlu dicatat, puncak ini bukan puncak tertinggi di kompleks pegunungan Papandayan. Puncak tertinggi adalah Puncak Gunung Malang yang masih tertutup vegetasi lebat. Namun demikian, Puncak Papandayan inilah yang selalu dijadikan puncak pendakian, bahkan oleh tour guide setempat.









No comments:
Post a Comment